Pekanbaru -- Kabid Litbang Bappeda Kabupaten Indragiri Hilir Syirajuddin Sayuti bersama Fungsional Perekayasa Yurnalis dan Mustafa Marala berkunjung ke BPP Kota Pekanbaru dalam rangka silaturahmi dan penguatan informasi terkait dengan Inovasi dan Teknologi pada Jum’at (17/6). Kehadiran mereka langsung diterima oleh Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi BPP Kota Pekanbaru Yudi Adrian dan jajaran Fungsional Bidang Inotek.

Kabupaten Indragiri Hilir adalah salah satu dari dua kabupaten/kota di Provinsi Riau yang berhasil meraih predikat daerah Sangat Inovatif nomor 7 pada cluster indeks inovasi daerah kabupaten se-Indonesia. Keberhasilan Indragiri Hilir dalam Innovative Government Award (IGA) 2021 tidak terlepas dari ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) dari strategi Kota Pekanbaru dalam pengelolaan inovasi daerahnya, hal ini diakui oleh Syirajuddin dalam perbincangannya.

Dalam pertemuan tersebut Syirajuddin juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPP Pekanbaru yang telah bersedia memberikan informasi terkait strategi Kota Pekanbaru dalam pengembangan dan pengelolaan Inovasi kepada Bappeda Indragiri Hilir.***MA

Pekanbaru—Bertempat di Ruang Rapat Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Pekanbaru Lantai 4 Gedung B3 di Komplek Perkantoran Tenayan Raya pada, Rabu pagi (15/6) Kepala BPP Kota Pekanbaru beserta jajarannya menerima kunjungan dari Kepala Bapelitbang Kota Bukittinggi beserta rombongan dalam rangka Sharing Informasi Inovasi Daerah. Hadir dari rombongan tersebut Kepala Bapelitbang Kota Bukittinggi Rismal Hadi, SSTP.,M.Si, Kabid Litbang Wismayul Efni, SH.,M.Pd, Fungsional Peneliti Subkoordinator Inotek Hendri, SP.,MSE.,MA, Analisis Litbang Hafrizal, SE.,M.Si, dan Ir. Azhari Penyusun Litbang Bapelitbang Kota Bukit Tinggi.

Dalam kunjungan tersebut Kepala Bapelitbang Kota Bukittinggi Rismal Hadi menyampaikan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk sharing pengalaman dari BPP Kota Pekanbaru terkait penelitian dan pengembangan inovasi daerah guna meningkatkan capaian indeks inovasi daerah dan mengembangkan Posyantek dan Teknologi Tepat Guna di Kota Bukittinggi.

Dalam sambutannya Kepala BPP Kota Pekanbaru Azwan menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan dari Bapelitbang Kota Bukittinggi ke BPP Kota Pekanbaru. Semoga dengan kunjungan ini dapat menyerap ilmu ataupun informasi yang telah dilakukan BPP Kota Pekanbaru dalam penelitian dan pengembangan inovasi daerah secara maksimal untuk dapat diterapkan di Kota Bukittinggi.

Dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh sekretaris, seluruh kepala bidang dan beberapa pejabat fungsional, Kepala Bidang Teknologi dan Inovasi Yudi Adrian menyampaikan secara menyeluruh kiat-kiat perjalanan dan perkembangan pengelolaan inovasi daerah yang telah dilakukan oleh BPP Kota Pekanbaru dalam meningkatkan capaian indeks inovasi daerah dari tahun 2019 hingga saat ini di Kota Pekanbaru.
Kepala Bidang Sosial dan Pemerintahan Erwinsyah dan Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Khairul Amri menyampaikan terkait penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh BPP Kota Pekanbaru yang dapat digunakan untuk mengambil langkah dalam mengambil keputusan dan kebijakan bagi Pemerintah Kota Pekanbaru. Seraya menutup pertemuan tersebut, H. Zubir selaku Sekretaris BPP Kota Pekanbaru menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Bapelitbang Bukittinggi yang telah berkunjung ke BPP Kota Pekanbaru.***MA

Pekanbaru -- Perubahan iklim merupakan masalah global saat ini, salah satu faktor pemicunya adalah pemanasan global yang disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca seperti karbondioksida (CO2) di atmosfer. Untuk pengurangan karbondioksida yang ada di atmosfer dapat dilakukan salah satunya dengan memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kota Pekanbaru sebagai pusat permukiman, industri, perdagangan dan jasa berpotensi mengalami perubahan lingkungan, dimana fisik lahan yang ada terutama lahan hijau semakin berkuran dan padat oleh berbagai infrastruktur. Dampak perubahan lingkungan yang paling terasa di Kota Pekanbaru adalah tarjadinya peningkatan suhu udara dimana suhu maksimum di Kota Pekanbaru telah menyentuh angka 36,8*C. Oleh karena ini hal tersebut perlu diantisipasi sejak dini dengan melakukan strategi mitigasi perubahan iklim di Kota Pekanbaru dengan memanfaatkan RTH.

Dari latar belakang permasalahan global ini Badan Penelelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Pekanbaru bekerjasama dengan peneliti dari LPPM Universitas Riau (UR) melakukan pembahasan proposal Kajian Strategi Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Optimalisasi Serapan Karbondioksida di Kota Pekanbaru bersama TPM via zoom meeting pada Selasa (14/6). Kegiatan ini langsung dibuka oleh Kepala BPP yang diwakili oleh Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Khairul Amri, SE, M.Si yang dihadiri oleh Prof.DR.dr. Dedi Afandi, DFM., SpFM(K), DR. Febri Yuliani, M.Si, DR. Suwondo, M.Si, DR. M. Ikhsan, ST.,M.Sc, dari TPM, DR. Darmadi, M.Si, DR. Nurul Qomar, M.Hut, Delfi Trisnawati, M.Si dari Tim Peneliti UR serta Jajaran Kepala Bidang dan Fungsional yang ada di BPP Kota Pekanbaru.

Dalam paparannya Ketua Tim Peneliti Darmadi menyampaikan maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghituang dan menganalisis potensi serapan karbon di Kota Pekanbaru melalui Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada, sehingga dapat dirumuskan strategi untuk optimasi penyerapan karbon melalui RTH.

Terkait dengan tanggapan dan saran yang diberikan oleh TPM, Dedi Afandi menyarankan untuk memperkuat latar belakang dan dasar hukum dari penelitian. Senada dengan yang disampaikan Dedi Afandi, Febri Yuliani juga menyarankan penjabaran dari data-data penunjang di latar belakang dan pada tinjauan Pustaka untuk lebih dijelaskan terkait dengan mitigasi. Anggota TPM, M. Ikhsan menyampaikan saran terhadap data emisi karbon yang bersumber dari energi untuk dapat diuraikan dan menyamakan persepsi terhadap RTH yang digunakan dalam penelitian ini, berdasarkan data RTH yang digunakan adalah RTH Publik di Kota Pekanbaru. Sedangkan Suwondo menyoroti terhadap metode perhitungan analisis cadangan karbon dan serapan karbon.***MA

Pekanbaru – Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Pekanbaru bersama dengan Peneliti DPPM Universitas Islam Riau menggelar Sidang Laporan Akhir Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Masyarakat Ekonomi Menengah Kebawah Dilihat dari Aspek Psikologis, Ekonomi dan Sosial via daring bersama Tim Pengendali Mutu (TPM) (30/5).

Kegiatan tersebut langsung dibuka oleh Sekretaris BPP Kota Pekanbaru H. Zubir. Bertindak sebagai moderator adalah Kepala Bidang Sosial dan Pemerintahan BPP Kota Pekanbaru Erwinsyah. Tim Peneliti DPPM UIR hadir dalam kesempatan tersebut Heni Susanti, Dedek Andirian, Syarifah Faradina, dan Yono Dianto. Sedangkan dari TPM hadir Prof.DR.dr.Dedi Afandi, DR. Suwondo, DR. Febri Yuliani, M.Si, DR. M.Ikhsan. Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh Kepala Bidang, Pejabat struktural, jajaran fungsional dan serta staf BPP Kota Pekanbaru.

Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan bahwa faktor psikologis, ekonomi dan sosial berperan dalam memberikan dampak positif dan negatif dari perubahan sosial masyarakat di kota Pekanbaru. Dengan adanya perubahan seperti penurunan dari aktivitas dan berlakunya PPKM di kota Pekanbaru hanya akan mengurangi penyebaran virus, tetapi dampak perubahan terbesar yang terjadi adalah dimana masyarakat mengalami penurunan secara global terkait dengan pendapatan. Berdasarkan analisis ini pula diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara faktor psikologis, ekonomi, dan sosial terhadap perubahan perilaku dimasa pandemic covid 19. Namun demikian, masyarakat masih melakukan mobilitas oleh karena tuntutan ekonomi dan tuntutan pekerjaan yang sebagian besar tidak dapat dilakukan di rumah (work from home). Hal ini tentunya dapat menyebab berbagai gangguan psikologis seperti kecemasan, walaupun demikian dengan pemberlakukan PPKM yang telah dilakukan ini meningkatkan sikap prososial dan perilaku tolong menolong bagi sesama individu dalam masyarakat, demikian disampaikan Heni dalam pemaparannya.***MA