Pekanbaru -- Pemerintah Kota Pekanbaru yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Masykur Tarmizi dan didampingi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Pekanbaru, Azwan, serta beberapa Pejabat dari Diskominfo, Bappeda, BKPSDM, Bagian Organisasi Setda, Bagian Hukum Setda serta dari BPP sendiri turut serta menghadiri acara Kick Off BRIDA yang ditaja oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara daring di Ruang Rapat Walikota Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru (20/4/2022).

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 WIB itu dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menko Bidang Pembangunan Manusia Muhadjir Effendi dan Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pengarah BRIN Prof.DR. Megawati Soekarno Putri. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemendagri dan BRIN serta pemberian apreseasi kepada BRIDA Provinsi/Kabupaten/Kota. Kegiatan ini ditutup dengan Talkshow yang mengusung tema "BRIDA untuk Percepatan dan Daya Saing Inovasi Daerah", sharing best practices (Kesaksian dan Pengalaman) Gubernur Tepilih se-Indonesia"

BRIDA merupakan perangkat daerah yang dibentuk untuk menyelenggarakan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi di daerah. Tugas BRIDA adalah membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan kebijakan, koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi di daerah secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Selain itu, BRIDA juga berperan dalam melaksanakan penyusunan rencana induk dan peta jalan pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di daerah sebagai landasan dalam perencanaan pembangunan daerah di segala bidang kehidupan yang berpedoman pada nilai Pancasila. BRIDA diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pembangunan berkelanjutan, kualitas hidup, dan kesejahteraan masyarakat di daerah, demikian dikutip dari Pernyataan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko.

Menanggapi hal tersebut, Azwan selaku Kepala BPP Kota Pekanbaru menginstruksikan untuk segera dibentuk tim percepatan pembentukan BRIDa di Kota Pekanbaru.***MA

 

Pekanbaru – Lagi, kerjasama antara Perguruan Tinggi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Pekanbaru dalam bidang penelitian, kali ini adalah Pusat Studi Sosial Humaniora Direktorat Penelitian dan Pengabdian Universitas Islam Riau bekerja sama dengan BPP Kota Pekanbaru terkait penelitian Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Masyarakat Ekonomi Menengah Kebawah di Tinjau Dari Aspek Psikologis, Ekonomi, dan Sosial.  Kegiatan yang diselenggarakan via daring pada Rabu (13/04) adalah Sidang Proposal kerjasama penelitian dengan Tim Pengendali Mutu (TPM).

 

Sebagaimana yang disampaikan oleh Heni Susanti selaku Ketua Tim Peneliti dari DPPM UIR bahwa tujuan dari penelitian ini nantinya adalah 1) untuk memberikan gambaran objektif mengenai dampak positif dan negatif pandemi covid-19 terhadap masyarakat secara mental, ekonomi, dan sosial, 2) merumuskan laporan akhir terkait kajian dampak covid-19 terhadap masyarakat ekonomi kebawah dari aspek psikologis, ekonomi, dan sosial, 3) memberikan rekomendasi kebijakan untuk menyusun strategi percepatan pengendalian dan pemulihan dampak pandemi covid-19 baik untuk Pekanbaru maupun lingkup yang lebih luas.

 

Terkait metoda penelitian yang digunakan, penelitian ini menggunakan metoda kuantitatif dengan pendekatan survey  kepada masyarakat Pekanbaru yang terdampak pandemi covid-19.  Teknik pengumpulan datanya adalah dengan menggunakan instrumen questionnaire.  Kemudian data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif, korelasi dan annova, sebagaimana yang dijelaskan oleh Heni.

 

Kepala BPP Kota Pekanbaru yang diwakili oleh Sekretaris BPP H. Zubir dalam sambutan sekaligus arahannya menyampaikan semoga penelitian ini dapat digunakan untuk mengambil langkah dalam mengambil keputusan dan kebijakan bagi Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap penanggulangan dampak pandemi covid-19.

 

Dalam sidang proposal yang dilaksanakan secara daring ini bertindak sebagai moderator adalah Kepala Bidang Sosial Ekonomi dan Pemerintahan Erwinsyah. Sidang proposal ini dihadiri oleh tim peneliti dari DPPM UIR, Jajaran Kepala Bidang BPP beserta fungsional, peneliti dan perekayasa BPP, M. Ikhsan, Febri Yuliani dan Dedi Afandi dari Tim Pengendali Mutu Pemko Pekanbaru.

 

Terkait dengan saran yang diberikan oleh TPM, secara keseluruhan berkenan dengan penulisan naskah akademis, seperti penulisan bagian pendahuluan harus lebih diperdalam, kelengkapan data yang disajikan dalam latar belakang, rumusan masalah harus disesuaikan dengan tujuan penelitian, sinkronisasi tinjauan Pustaka dengan teori. ***MA.

Pekanbaru -- Senin sore (11/4) Kepala BPP Pekanbaru Drs. H. Azwan, M.Si telah meresmikan sekretariat Inkubator Bisnis dan Teknologi Komunitas Masyarakat Inovatif Pekanbaru (IBT-KMIP) yang berada di Gedung Caraka Creative Hub Jl. Arifin Ahmad No. 10-11 Pekanbaru.

Sebelum bertransformasi menjadi IBT-KMIP, pada awal berdirinya tahun 2019, Komunitas Masyarakat Inovatif Pekanbaru merupakan kumpulan masyarakat inovatif yang ada di Kota Pekanbaru hasil dari Lomba Kreasi dan Inovasi (KRENOVA) yang diselenggarakan oleh BPP Kota Pekanbaru. Tepatnya pada tahun 2020, secara resmi KMIP diubah menjadi Inkubator Bisnis dan Teknologi-KMIP. IBT-KMIP adalah mitra BPP Kota Pekanbaru dalam pembinaan terhadap masyarakat yang mempunyai inovasi dalam bisnis dan teknologi. IBT-KMIP adalah bentuk pembinaan dan pengembangan wirausaha inovatif secara lengkap dan terpadu bagi wirausaha-wirausaha yang inovatif dan terpilih untuk dibantu agar berhasil dan berkembang. Tujuan inkubator ini adalah untuk membantu perkembangan para wirausaha agar menjadi wirausaha yang tangguh dan mandiri serta dapat mempercepat pengembangan bisnisnya. Wirausaha yang terpilih di bawah IBT-KMIP disebut dengan tenant. Demikian disampaikan oleh Direktur IBT-KMIP Yudi Adrian dalam kata sambutannya.

Dalam kegiatan peresmian tersebut, juga berlangsung kegiatan Pasar Rakyat Pekanbaru #3. Kegiatan ini menghadirkan gerai yang diisi oleh berbagai macam bisnis UMKM yang ada di Kota Pekanbaru. Kepala BPP Pekanbaru dalam sambutannya menyampaikan bahwa IBT-KMIP merupakan bentuk hadirnya Pemerintah kepada masyarakat. Atas nama pemerintah, Azwan mengucapkan terima kasih terhadap seluruh komponen masyarakat yang telah berbuat dalam perkembangan inovasi dimasyarakat di Kota Pekanbaru pada umumnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Deputi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Riau, Perwakilan dari Bank Riau Kepri, Kabid Pemberdayaan Perempuan Provinsi Riau, Kabid Pelayanan Pemuda Dispora Provinsi Riau, Pekanbaru Creative City Network, Perwakilan LE Groups, Ketua DPC PPJI Kota Pekanbaru, Ketua APMIKIMMDO Riau, Pimpinan Seroja Dara Rumah Batik serta berbagai elemen masyarakat Kota Pekanbaru yang turut hadir memeriahkan kegiatan kali ini.***MA

Pekanbaru – Setelah selesai melaksanakan uji validasi awal terhadap sitem modul remote sensing pemantau moda transportasi Trans Metro Pekanbaru (TMP), proses selanjutnya adalah implementasi dan pengujian di lapangan terhadap sistem modul remote sensing ini, demikian disampaikan oleh Endra Trinura, ST.,MT dan Afridayanti, ST, M.Si yang merupakan Fungsional Perekayasa di Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Pekanbaru dalam merancang modul remote sensing untuk memantau moda transportasi TMP (6/4) tersebut.