Pekanbaru – Sampah masih menjadi permasalahan utama di Kota Pekanbaru. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, volume sampah juga terus mengalami peningkatan. Saat ini pelaksanaan pengelolaan sampah di Kota Pekabaru masih terdapat permasalahan, sehingga masih terlihat sampah menumpuk di beberapa lokasi. 

 

Masalah utama dalam jangka pendek terkait persampahan yang harus di atasi di Kota Pekanbaru adalah masalah pengangkutan sampah dari sumber timbulan sampah sampai ke tempat pembuangan sampah. Secara umum kebijakan pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru masih mengikuti paradigma lama, dimana sampah dikumpulkan, kemudian diangkut dan akhirnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Muara Fajar, Rumbai. Pada sistem ini, semakin banyak sampah yang harus dikelola maka biaya yang harus dikeluarkan juga semakin besar. Pada tahun 2020 saja berdasarkan data DLHK Kota Pekanbaru besaran anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menangani sampah terutama untuk biaya pengangkutan sampah yang dilakukan oleh pihak ketiga mencapai Rp 59.682.604.165,-. Dari besarnya anggaran yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah Kota Pekanbaru ternyata belum menyelesaikan masalah sampah.

 

Saat ini UPTD Pengelolaan sampah yang berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan hanya terbatas pada kegiatan penarikan retribusi sampah, belum memiliki kewenangan terkait pada pelayanan persampahan di Kota Pekanbaru. Ke depannya diharapkan UPTD ini nanti akan menjadi BLUD Pengelolaan Sampah yang juga mengelola pungutan dan penerimaan retribusi pelayanan persampahan, demikian disampaikan oleh Idral Amri selaku Ketua Tim Peneliti UR dalam Pembahasan Laporan Akhir Kajian Optimalisasi Persampahan di Kota Pekanbaru via daring bersama Tim Pengendali Mutu (TPM), Asisten 2 Pemko Pekanbaru, Kabid. Persampahan DLKH, Pejabat Struktural dan Fungsional BPP pada Rabu (23/11/2022).

 

Kegiatan Sidang TPM ini dibuka langsung oleh Kepala BPP Kota Pekanbaru yang diwakili oleh Sekretaris BPP, H. Zubir. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa hasil kajian ini sangat dinantikan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, karena akan dijadikan sebagai landasan kebijakan untuk pengelolaan persampahan di Kota Pekanbaru. Zubir mengharapkan kajian ini bisa diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.***MA

Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini sudah mendapat Pertimbangan Teknis (Pertek) terkait dengan pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Berdasarkan ketentuan Pasal 66 ayat (1) Perpres Nomor 78 Tahun 2021 dinyatakan bahwa “BRIDA dibentuk oleh Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan setelah mendapatkan pertimbangan dari BRIN.

 

Terkait dengan hal tersebut, Anggota DPRD Kota Solok, Hendra Saputra, SH menyambangi BPP Kota Pekanbaru untuk melaksanakan konsultasi/sharing informasi tentang persiapan dalam pembentukan BRIDA. Kunjungan Hendra Saputra ini diterima langsung oleh Sekretaris BPP Kota Pekanbaru, H. Zubir dengan didamping oleh Kabid. Sosial dan Pemerintahan, Erwinsyah pada Rabu (23/11/2022) diruang kerjanya.

 

Sekretaris BPP, H. Zubir sangat mengapresiasi sharing informasi dari anggota legislatif Kota Solok ini. Dalam pertemuan tersebut beliau menjelaskan tentang tahapan yang telah dilaksanakan oleh BPP dan Pemko Pekanbaru hingga diterimanya Pertek dari BRIN, serta rencana kedepan hingga BRIDA terbentuk di Kota Pekanbaru.***MA

Pekanbaru – Pj. Walikota Pekanbaru, Muflihun akan memberikan presentasi sebagai Kepala Daerah Nominator dalam pengukuran dan penilaian Indeks Inovasi Daerah serta penganugerahan Innovation Government Award (IGA) tahun 2022 pada Selasa besok (22/11/2022). Dalam presentasinya, Muflihun akan memaparkan tentang inovasi unggulan di Kota Pekanbaru dalam dua tahun terakhir, baik inovasi digital maupun non digital. Adapun inovasi unggulan yang akan disampaikan besok adalah :

 

1. Aplikasi Smart Rescue V2.0

Aplikasi ini adalah inovasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru. Aplikasi Smart Rescue V2.0 adalah sebuah aplikasi pelayanan terpadu tanggap darurat kebakaran dan penyelamatan yang langsung terintegrasi dengan kepolisian, PT. PLN, dan BKSDA. Dengan adanya aplikasi ini pengaduan darurat dan titik lokasi kejadian dapat langsung diketahui secara akurat sehingga petugas dari dinas pemadam kebakaran kota Pekanbaru dapat merespons aduan tersebut kurang dari 15 menit.

 

2. Smart Petaku

Smart Petaku adalah aplikasi penataan asset tanah pemerintah kota pekanbaru berbasis webgis. Informasi asset tanah dapat dilihat dalam hitungan detik. Aplikasi ini sudah mendapatkan penghargaan dari Badan Informasi Geospasial.

 

3. Pelayanan Vaksin Bus Tayo

Merupakan sebuah inovasi dari Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru. Dengan Pelayanan Vaksin Bus Tayo ini akan mempermudah masyarakat menjangkau layanan vaksin khususnya lansia, selain itu pelayanan ini juga memberikan edukasi dan sosialisasi terkait vaksinasi kepada masyarakat, sehingga jumlah penerima vaksin di Kota Pekanbaru meningkat demi pencegahan penyebaran virus covid 19.

 

4. Membara (Membaca Buku Bersuara)

Merupakan sebuah inovasi membaca buku dalam bentuk audio visual secara online dengan tampilan grafis dan narrator yang berkualitas sehingga mampu meningkatkan minat baca indeks literasi Kota Pekanbaru. Membara dapat diakses melalui aplikasi berbasis web dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru. Dengan inovasi ini dapat membuat anak-anak usia dini menikmati isi buku meskipun belum lancar membaca.

 

5. LAGU (Layanan Tunggu)

LAGU (layanan tunggu) adalah inovasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru. Merupakan sebuah aplikasi untuk pencetakan KTP elektronik yang rusak, hilang, atau berkebutuhan mendesak Upaya ini dilakukan untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Dengan melakukan registrasi melalui aplikasi lagu, masyarakat dapat menunggu KTP elektronik yang baru untuk dicetak oleh petugas dalam waktu 10 menit.

 

Ekspose tersebut adalah proses penilaian terakhir dari rally panjang ajang Innovative Government Award Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh kemendagri dan Kota Pekanbaru optimis akan meraih Juara Pertama. Dari kelima inovasi unggulan tersebut telah diterapkan di Kota Pekanbaru melalui perangkat daerah terkait.***MA