Pekanbaru—Kamis (24/02), "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya”, demikian kutipan pidato Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno.  Banyak pejuang dari Riau yang sangat berjasa terhadap daerah dan negara, namun belum semuanya terdaftar sebagai pahlawan nasional. Salah satunya adalah Sulthan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah yang dikenal juga dengan Marhum Pekan, beliau sangat berjasa dalam masa penjajahan melawan Belanda dan sangat besar jasanya dalam pendirian Pekanbaru.  Meskipun demikian, kajian tentang Sulthan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah belum dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif.

Sesuai dengan keinginan masyarakat serta Pemerintah Kota Pekanbaru menjadikan Sulthan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah menjadi pahlawan nasional, maka Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Pekanbaru saat ini sedang menyusun kajian secara menyeluruh bersama dengan tim peneliti yang diketuai oleh DR. Jahrir Amrun. Tim ini beranggotakan Prof Dr Isjoni MSi (Pengarah), Prof Dr Erwiza Erman (Pengarah), Dr Bunari MSi, Tengku Muhammad Toha, Juswandi MSi, Drs Taslim Prawira Mag, Drs M Ishak SSos, dan Dadang Irham.  Untuk mematangkan kajian tentang Marhum Pekan ini maka BPP Kota Pekanbaru lakukan pembahasan proposal penelitian dengan tim peneliti via zoom meeting bersama Tim Penjamin Mutu (TPM).  Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional di lingkungan BPP Kota Pekanbaru.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh kepala BPP Kota Pekanbaru Drs.H. Azwan, M.Si.  Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa proses pengusulan Sulthan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai pahlawan nasional adalah sebuah perjuangan.  “saya tahu persis bagaimana perjuangan tim peneliti Marhum Pekan ini, istilahnya terbujur lalu melintang patah tidak ada kata mundur untuk meneliti Marhum Pekan ini”, tegas beliau dalam sambutannya.  Azwan sangat berharap kepada tim TPM untuk terus memberikan masukan dan informasi demi kesempurnaan penelitian dan dapat dijadikan sebagai naskah akademis yang komprehensif sehingga Marhum Pekan dapat diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.

Ketua Tim Peneliti Marhum Pekan DR. Jahrir Amrun dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Penelitian ini berbentuk kualitatif, merupakan kajian naskah dan pengumpulan bahan-bahan di lapangan. Yakni kajian naskah-naskah klasik, baik berbentuk syair, hikayat, koran, majalah, buku, termasuk juga benda-benda arkeologis.  Selain meneliti sejarah Sulthan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah dalam mendirikan Kota Pekanbaru, sejarah heroisme tentang perjuangan Sulthan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah di Perang Guntung juga menjadi perhatian.

Dari pembahasan kali ini, TPM memberikan beberapa catatan diantaranya adalah penelitian harus disesuaikan dengan kriteria Calon pahlawan nasional sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2009, kemudian syarat khusus seperti pengabdian, gagasan pemikiran besar, semangat kebangsaan dalam metodelogi penelitian harus diperhitungkan menjadi indikator penulisan.  Selanjutnya adalah naskah akademik yang akan diajukan harus menjadi alat yang meyakinkan dalam penilaian usulan Mahrum Pekan menjadi pahlawan nasional, “untuk itu teknis penulisan baik dari latar belakang, tujuan dan metodologi penelitian harus dipertajam”, jelas Febri Yuliani, salah satu anggota TPM.  

“Dengan dibahasnya proposal penelitian Sang Panglima Pendiri Pekanbaru antara tim peneliti dan TPM Kota Pekanbaru beserta BPP, diharapkan perjuangan untuk menjadikan Sulthan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai pahlawan Nasional dapat terwujud sesuai dengan waktu yang ditetapkan pada Maret 2022”, ungkap Azwan seraya mengakhiri zoom kali ini.***MA

Pekanbaru—Kamis (24/02) Armada transportasi umum, Trans Metro Pekanbaru (TMP) telah beroperasi dari tahun 2009, salah satu tujuannya adalah untuk melayani kebutuhan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat Pekanbaru.  Namun demikian seiring dengan berjalannya waktu tidak dapat dipungkiri bahwa pelayanan transportasi yg diberikan oleh BUS TMP belum berjalan secara maksimal terutama terkait masalah waktu tunggu kedatangan. Berdasarkan beberapa hasil survey yg telah dilakukan, masyarakat pengguna TMP merasa tidak puas dan kurang nyaman diakibatkan masih sering terjadinya keterlambatan kedatanagn bus dengan berbagai kendala yang dihadapi baik teknis maupun non-teknis.

Dengan beberapa latar belakang tersebut,  Endra Trinura, ST.,MT dan Afrida Yanti, ST.,M.Si yang merupakan Fungsional Perekayasa di BPP Kota Pekanbaru, tergerak untuk membuat Rancang Bangun Sisitem Pemantau Moda Transportasi Trans Metro Pekanbaru berbasis Modul Remote Sensing, Aplikasi Web dan Android. Aplikasi tersebut adalah TMP Go dan Modul TMP Remote Sensing. Apklikasi tersebut bertujuan untuk mengatasi permasalahan kenyamanan dalam penggunaan Bus TMP ini dan untuk mewujudkan Smart Mobility Kota Pekanbaru dengan memanfaatkan Teknologi Internet of Things (IoT).  Hal ini disampaikan mereka dalam Focus Group Dicussion (FGD) yang diadakan BPP Kota Pekanbaru bersama pihak Dishub Pekanbaru, Pihak Diskominfo, Kepala Bidang dan fungsional di lingkup BPP Kota Pekanbaru via zoom meeting (24/02).

Dalam paparannya Endra menuturkan, “modul TMP Remote Sensing memiliki kemampuan untuk mendeteksi : posisi bus (koordinat), kecepatan bus, arah bus, suhu dan kelembapan di dalam ruangan bus TMP.  Sedangkan aplikasi TMP Go dapat diakses oleh Dinas Perhubungan melalui Web Panel dan Aplikasi Android untuk akses Pramudi dan masyarakat”.

Setelah diluncurkan modul dan aplikasi ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan efisiensi anggaran dan menjamin keberlangsungan layanan sistem sehingga smart mobility di Kota Pekanbaru dapat terwujud, kemudian memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam layanan sistem informasi tentang keberadaan bus TMP dan dimudahkannya Dinas Perhubungan sebagai user dalam pengelolaan bus TMP”, ungkap Afrida dalam pemaparannya.

Metodologi yang digunakan untuk membangun sistem pemantau moda transportasi TMP adalah sistem air terjun yang dimulai dari Requirment Analist (Analisa kebutuhan), Design System (Perancangan Sistem), Development System (Pembuatan Sistem), Impelementation and Test (Implementasi dan pengujian) lanjut Endra dalam paparannya.

Dalam FGD ini Kepala UPT TPM Dinas Perhubungan Sarwono memeberikan tanggapan yang positif terhadap rancangan yang akan dilaksanakan oleh Endra Tinura dan Afrida Yanti ini. “Tim perekayasa agar menambahkan output berupa monitoring penumpang terkait tujuan pemberhentian”, tambah Sarwono. Sedangkan Dinas Kominfo & Statistik melalui Kepala Bidang Persandian, Aplikasi dan Tata Kelola SPBE Kominfo mengungkapkan bahwa, “Diskominfo akan terus memberikan support agar aplikasi ini dapat segera diterapkan”.

Dari FGD ini menghasilkan beberapa catatan diantaranya sumber energi untuk device alat, permasalahan blank spot koneksi jaringan dan saran kepada perekayasa untuk dapat mempelajari aplikasi yang sudah dilaksanakan seperti moda transportasi trans Jakarta.

Kepala BPP Kota Pekanbaru Drs.H. Azwan, M.Si mengungkapkan, “hasil (output) dari FGD ini agar dapat diaplikasikan secara nyata nantinya oleh Dinas Perhubungan sebagai user.  Semoga rencana kegiatan ini dapat menjadi pendukung Smart Mobility Kota Pekanbaru”, pungkasnya. ***MA

Pekanbaru—Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Pekanbaru Drs. H. Azwan, M.Si yang didampingi oleh Kepala Bidang Inovasi Teknologi beserta jajarannya, pada Kamis (17/02) melakukan rapat terkait dengan penyusunan Buku ‘1001 Inovasi Membangun Kota Pekanbaru’, rapat dipimpin oleh Walikota Pekanbaru Firdaus ST, MT dan dihadiri oleh mantan ketua DPRD Prov. Riau Dr. Chaidir yang selanjutnya ditunjuk langsung sebagai tim penulis buku tersebut.

Pekanbaru- Jajaran Pengurus Inkubator Bisnis dan Teknologi Komunitas Masyarakat Inovatif Pekanbaru (IBT-KMIP) melakukan koordinasi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Pekanbaru terkait pemantapan program IBT-KMIP Tahun 2022.