BPP Gelar Rapat Forum Kolaborasi Kelitbangan dengan 7 LPPM Perguruan Tinggi dan 31 OPD

PEKANBARU - Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) menggelar Rapat Forum Kolabirasi Kelitbangan dengan melibatkan tujuh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi dan 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru secara daring. 
PEKANBARU - Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) menggelar Rapat Forum Kolabirasi Kelitbangan dengan melibatkan tujuh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi dan 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru secara daring. 
 
Rapat ini guna memperoleh rekomendasi kebijakan berdasarkan penelitian atau kajian (research based policy) kepada Walikota guna mewujudkan visi kota Pekanbaru sebagai Smart City Madani. 
 
Kepala BPP Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi, Kamis (8/7), menjelaskan maksud pelaksanaan Rapat Forum Kolaborasi Kelitbangan. 
 
Rapat ini diawali dengan pemaparan hasil pemetaan permasalahan atau isu-isu strategis yang dihadapi oleh OPD Perangkat Daerah. Nantinya, permasalah atau isu tersebut dapat diangkat menjadi tema penelitian yang akan dilaksanakan oleh LPPM Perguruan Tinggi melalui forum kolaborasi ini.
 
Pelaksanaan Rapat Forum Kolaborasi Kelitbangan ini disambut baik oleh ketujuh LPPM perguruan tinggi yang mengikuti rapat. Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LPPM Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau Alwis Nazir mengatakan, rapat forum ini merupakan hal yang luar biasa. Karena, rapat seperti ini baru pertama kalinya dilaksanakan di Kota Pekanbaru. 
 
"Rapat kelitbangan ini akan sangat membantu kampus dalam melaksanakan Program Tri Dharma perguruan tinggi dengan berkolaborasi dengan pihak BPP Kota Pekanbaru," ujarnya. 
 
 
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LPPM Universitas Abdurrab (Univrab) Doktor May Valzon menyampaikan, pihaknya sudah memiliki dana yang digunakan untuk kolaborasi antara dosen dengan pihak luar universitas. Univrab juga telah melakukan beberapa penelitian yang diharapkan dapat membantu menyelesaikan isu strategis di Kota Pekanbaru. 
 
"Kami telah melakukan penelitian pengembangan aspal yang dapat diimplementasikan di kondisi jalan yang rusak. Kami juga memiliki masterplan (rencana induk) kampung tanpa asap," ujarnya.
 
Kesempatan yang sama, Ketua LPPM Universitas Islam Riau (UIR) Doktor Evizal Abdul Kadir mengatakan, UIR memiliki 500 dosen tetap dan 200-an dosen luar. Setiap dosen melakukan kajian atau penelitian sehingga menghasilkan 200-250 kajian setiap tahun.
 
"Para dosen UIR juga sangat antusias dengan adanya forum kolaborasi ini," ucapnya.

BPP Pekanbaru