Evaluasi Inovasi Daerah Secara Internal, Walikota Optimis Pekanbaru Masuk Peringkat 5 Nasional

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar rapat evaluasi penyusunan indeks inovasi daerah atau IID, Rabu (15/9/2021). 

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar rapat evaluasi penyusunan indeks inovasi daerah atau IID, Rabu (15/9/2021). Hasil evaluasi internal itu, secara umum Kota Pekanbaru masuk peringkat 5 nasional pada klaster kota.

BPP Kemendagri setiap tahun melakukan penilaian inovasi daerah. penerapan inovasi daerah yg dilaporkan kepada kemendagri akan menghasilkan skor indeks. Skor indeks inilah yg masuk 10 besar akan menerima penghargaan pada Innovative Government Award (IGA).

Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan evaluasi terhadap penerapan inovasi daerah tersebut sebelum dilaporkan kepada Kemendagri, meskipun dari nilai kematangan mandiri indeks inovasinya, saat ini Kota Pekanbaru berada pada peringkat 5 nasional klaster Kota se-Indonesia

Evaluasi ini dilakukan juga agar perangkat daerah yang masih punya inovasi dan belum melakukan input masih punya kesempatan waktu selama dua hari kedepan. Sebab, tanggal 17 nanti sudah ditutup secara nasional.

"Artinya dengan kita masuk 5 besar, mudah-mudahan sampai ditutup 2 hari lagi, secara resmi kita masuk 5 besar nasional. Itu harapan kita," jelasnya.

Walikota juga menjelaskan, inovasi adalah aktivitas dalam bekerja dengan melakukan pembaharuan. Artinya ini harus menjadi sebuah budaya kerja. Jadi, perangkat daerah tidak boleh bekerja dengan rutinitas. Tetapi apa yang dikerjakan dengan perubahan-perubahan diarah kemajuan.

"Jadi tidak hanya di dalam pemanfaatan teknologi IT, tetapi juga dengan memperbaiki sistem kerja, budaya kerja. Artinya kita lakukan perubahan ke arah lebih baik. Ini sebenarnya inovasi," jelas Walikota.

Kepala BPP Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi mengatakan, input inovasi daerah ini sudah dimulai beberapa bulan yang lalu. "Dari beberapa bulan kita lakukan input indeks inovasi ini, dari sejak sosialisasi akhir April lalu. Dan kita mulai input bulan Mei," jelasnya.

Diakuinya, pemahaman inovasi setiap OPD itu tidak sama. Inovasi itu tidak hanya berbicara dengan teknologi informasi, tapi juga dimaknai sebagai pembaharuan, perubahan. Dijelaskan dia, ketika melakukan perubahan dan bisa menghasilkan manfaat bagi organisasi, itulah inovasi.

"Berupa IT bisa, berupa pemberdayaan masyarakat bisa. Kita membentuk forum dan tidak ada hubungannya dengan IT tapi ada manfaatnya untuk menunjang akselerasi dan keberhasilan tugas pokok dan fungsi perangkat daerah itulah Inovasi," jelasnya.

"Sebelumnya belum ada, kita ciptakan, ada dampaknya, ada kemanfaatan, itulah inovasi," tambahnya.

Kendala lain masih ada perangkat daerah yang belum menginput inovasi lantaran Pekanbaru masih berstatus PPKM, dan pegawai masih WFH. Tapi apa pun itu, lanjutnya, sesuai arahan Walikota BPP intens lakukan koordinasi dengan perangkat daerah. Baik turun langsung maupun via zoom meeting.

"Kita di BPP membentuk tim kerja yang kita beri nama Klinik Inovasi dan Kelitbangan atau KLIK BPP. Melalui KLIK BPP ini, kita minta teman-teman yang tergabung dalam Tim KLIK BPP ini rutin melakukan semacam brainstorming untuk membuka wawasan serta untuk melahirkan ide-ide dan Inovasi," jelasnya.

TimNewsBPP

BPP Pekanbaru