BPP Pekanbaru Gelar Pembahasan Laporan Akhir Riset Unggulan Daerah

PEKANBARU - Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Pekanbaru mengadakan pembahasan laporan akhir Riset Unggulan Daerah (RUD), Senin (4/10/2021) di Ruang Rapat Asisten Setdako Pekanbaru.

PEKANBARU - Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Pekanbaru mengadakan pembahasan laporan akhir Riset Unggulan Daerah (RUD), Senin (4/10/2021) di Ruang Rapat Asisten Setdako Pekanbaru.

RUD yg digelar BPP Kota Pekanbaru memasuki tahapan pembahasan laporan akhir. Masing-masing tim peneliti pemenang lomba riset tersebut memaparkan hasil risetnya dihadapan juri RUD, tim teknis dari DLHK dan PUPR serta seluruh pejabat struktural dan fungsional BPP Kota Pekanbaru. “Kegiatan pembahasan laporan akhir RUD ini merupakan tahap akhir pelaksanaan riset, selanjutnya laporan akhir tersebut menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan hadiah berupa insentif riset masing-masing sebesar 50 juta rupiah”, ungkap Masykur Tarmizi, S.STP, M.Si, Selaku Kepala BPP Kota Pekanbaru. “RUD ini dilaksanakan untuk menjadi wadah bagi peneliti dan masyarakat agar berkontribusi dalam menyelesaikan masalah pembangunan daerah melalui riset dan RUD diharapkan mampu mendorong implementasi rekomendasi kebijakan pemerintah berbasis riset”, imbuhnya.

Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring dengan dipandu secara langsung oleh Kabid Inovasi dan Teknologi BPP Kota Pekanbaru, Yudi Adrian, SP, MP dimana presentasi pertama dilakukan oleh Saraswati Sisriany, SP., M.Agr dengan tema “Strategi Penanganan Banjir dengan desain riset Masterplan Rejuvenasi Floodplain Sungai Sail Untuk Mitigasi Banjir Kota Pekanbaru”.

Saraswati dan tim menyimpulkan, berdasarkan riset yang telah dilakukan, Floodplain area Sungai Sail memiliki luas sebesar 753 Ha. Sekitar 56 persen masih merupakan ruang terbuka hijau yang sebaiknya dipertahankan.

"Perlu ada tinjauan untuk aturan peruntukan kawasan perumahan di floodplain area ini yang mencapai hingga 78 persen dari total area", kata Saraswati dalam pemaparannya.

Kemudian, hasil analisis menunjukkan bahwa 9.53 persen area memiliki prioritas tinggi dan 25.41 persen memiliki prioritas sedang. Pembatasan ruang terbangun di floodplain area akan mengurangi resiko banjir baik pada area terbangun eksisting maupun yang akan dibangun.

“Konsep masterplan rejuvenasi floodplain Sungai Sail Kota Pekanbaru adalah Sail Sponge Park, terdiri atas Riverside Park Zone, Flood Retention Zone, Conservation Zone, dan Sediment Control Point," jelasnya.

Lanjutnya, masterplan kemudian terbagi menjadi rencana tapak pada enam spot. Strategi penerapan masterplan yang direkomendasikan adalah secara bertahap pada keenam spot tersebut dengan memprioritaskan sediment control point terlebih dahulu.

Kemudian, laporan selanjutnya disampaikan oleh Dr. Minarni, MSc yang bertema Pengelolaan Persampahan dengan desain riset Pengembangan Mesin Pemisah Sampah Plastik dan Organik berbasis Pencitraan Multispektral.

Ia menjelaskan, sistem pemisah sampah organik dan plastik yang terdiri dari dua kamera dan asesoris, konveyor, sistem kendali, motor, tuas dan perangkat lunak mulai dikembangkan, perlu penyempurnaan. Lanjutnya, Jaringan Syaraf Tiruan (JST) untuk memisahkan sampah organik dan plastik dengan metode pencitraan biasa telah dibuat dan ditraining.

"Testing dengan tuas pemisah sedang dilakukan. JST untuk memisahkan 2 jenis plastic (HDPE dan PET) mengunakan metode pencitraan multispektral telah dibuat dan ditraining dengan 60 dataset, perlu dataset yang lebih banyak lagi agar dapat dikembangkan,” Jelas Minarni.

Setelah pembahasan laporan akhir ini, agenda selanjutnya dari RUD yaitu seminar laporan hasil yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Oktober ini.

TimNewsBPP

BPP Pekanbaru