PEMAPARAN WALIKOTA DALAM IGA 2021 : INOVASI BUTUH KONSISTENSI

Walikota Pekanbaru DR. H. Firdaus, ST., MT kembali menghadiri penilaian presentasi Kepala Daerah Inovatif Kategori Kota pada Innovative Government Award (IGA) 2021 (24/11/2021) di Gedung A Kementerian Dalam Negeri, Jl. Medan Merdeka Jakarta Pusat.
Dalam paparannya Firdaus menyampaikan Kota Pekanbaru melaporkan inovasi sebanyak 137 dari total 308 inovasi di Kota Pekanbaru. Dengan inovasi unggulan Mall Pelayanan Publik (MPP), DPMPTSP, Sistem Manajemen Aset Tanah Pemerintah Kota Pekanbaru (Smart Petaku), Dinas Pertanahan, Layanan Oke Masyarakat Keliling  (Lomak), Kecamatan Rumbai dan Sistem Informasi Pelayanan Terpadu Kependudukan (Sipenduduk), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Inovasi yang dilakukan MPP tahun 2021 adalah transformasi dari layanan tatap muka menjadi online, penyederhanaan persyaratan perizinan/berusaha, menambah jenis layanan.
Inovasi Smart Petaku 2021 adalah mempercepat inventarisasi aset tanah Pemerintah Kota Pekanbaru, meningkatkan informasi terkait aset tanah dengan data dan informasi tambahan, mengintegrasikan sistem data aset ke sistem digital.
Inovasi Lomak 2021 adalah mengintegrasikan beberapa layanan dari beberapa instansi, dengan sistem layanan keliling agar layanan dekat kepada masyarakat.
Inovasi Sipenduduk 2021 adalah mengintegrasikan seluruh layanan kependudukan dalam satu portal layanan digital, adanya layanan interaktif via digital dan proses tracking layanan, demikiam dijelaskan Firdaus dalam paparannya.
Pada kesempatan itu dalam sesi pendalaman pemaparan Walikota Pekanbaru, DR. Agus Fatoni, M.Sc selaku Plh. Dirjen Keuangan Daerah mengapresiasi konsistensi prestasi Kota Pekanbaru dalam IGA. "saya lihat Pekanbaru dapat selalu mempertahankan posisi dalam 10 besar hingga tahun ini kembali masuk nominasi, ini tentu bukan pekerjaan yang mudah sehingga masih bisa bertahan artinya Kota Pekanbaru konsisten", ujar beliau. Agus Fatoni dalam kesempatan itu bertanya terkait kesulitan Kota Pekanbaru dalam melakukan inovasi dan upaya Walikota Pekanbaru dalam mengatasi permasalahannya.
Penanya berikutnya adalah Jamalun Insan dari MNCNews yang menanyakan ke khususan inovasi MPP Kota Pekanbaru dibanding dengan MPP di daerah lain. Kemudian Natalia Tampubolon. SE,.M.Sc dari Kementerian Keuangan yang tertarik dengan inovasi layanan Lomak. Terakhir penanya pada pendalaman tersebut adalah DR. Tri Widodo Wahyu Utomo, SH,.MH menanyakan strategi Walikota Pekanbaru dalam membina OPD dan ASN untuk bisa terus berinovasi.
Dalam jawabannya Firdaus menekankan bahwa semua aplikasi yang dibuat pemerintah Kota Pekanbaru adalah dibuat sendiri, tidak ada yang dibeli dari pihak ketiga, pembuatnya adalah tenaga ahli/ahli IT, programmer dimasing-masing OPD, mereka disebut konsultan perorangan dari THL yang berjumlah 121 orang.  Dalam kesempatan itu Firdaus juga menyampaikan mottonya dalam berinovasi adalah "berhenti berinovasi adalah mati sebelum mati", pungkasnya. ***

TimNewsBPP

BPP Pekanbaru